PEKANBARU — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) secara sistematis mencuat dari balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sialang Bungkuk, Pekanbaru. Sejumlah warga binaan menyampaikan kesaksian mengejutkan terkait adanya pungli yang diduga dilakukan oleh oknum petugas dan dikordinir melalui mekanisme wali blok di masing-masing kamar.
Menurut pengakuan salah satu warga binaan yang disampaikan pada Senin (23/12), praktik tersebut berlangsung secara terstruktur. Pungutan disebut dilakukan mulai dari iuran per kamar hingga biaya untuk pindah kamar, yang seluruhnya harus melalui persetujuan wali blok.
“Di dalam rutan ini banyak pungli yang dilakukan oleh petugas. Semua dikordinir oleh wali blok masing-masing. Mulai dari iuran kamar sampai mau pindah kamar pun harus lewat wali blok,” ungkapnya.
Dalam kesaksian tersebut, disebutkan salah satu oknum petugas berinisial F, yang diduga berperan sebagai wali blok. Oknum tersebut juga disebut-sebut merupakan anggota KPR, yang sebelumnya telah terseret dalam persoalan internal lain.
“Belum selesai persoalan KPR yang dulu, kini anggotanya kembali berulah. Rutan ini seharusnya tempat pembinaan, bukan ladang pemerasan yang terstruktur,” tegas sumber tersebut.
Warga binaan mengaku kondisi mereka sudah berada dalam situasi sulit akibat proses hukum yang dijalani, namun justru kembali dipersulit oleh oknum petugas yang diduga memanfaatkan kewenangan untuk kepentingan pribadi.
“Kami di sini sudah susah, tapi masih dipersulit lagi oleh petugas-petugas yang suka pungli,” lanjutnya.
Atas kondisi tersebut, warga binaan mendesak Kementerian Hukum dan HAM serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk segera turun tangan. Mereka meminta dilakukan rotasi pejabat dan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Rutan Sialang Bungkuk guna memutus mata rantai dugaan praktik pungli.
“Lakukan rotasi pejabat Rutan Sialang Bungkuk. Jangan sampai semua pihak tutup mata,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Rutan Sialang Bungkuk maupun Kanwil Kemenkumham Riau belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Media ini masih berupaya meminta klarifikasi untuk memastikan keberimbangan informasi.
Kasus ini menambah daftar panjang sorotan publik terhadap lemahnya pengawasan di lembaga pemasyarakatan dan rutan, yang seharusnya menjadi tempat pembinaan, bukan ruang subur bagi praktik penyimpangan kekuasaan.***
#Rutan Sialang bingkuk #Pungli Rutan